Tugas Akhir

Postingan kedua saya di blog ini šŸ˜›

Tugas Akhir merupakan sesuatu yang sangat suci untuk mahasiswa. Karena inilah karya yang akan membawanya kepada gelar sarjana yang dia dapatkan. Maka dari itu mengerjakannya enggak bisa main-main. Di sini saya akan cerita sedikit tentang proses saya membuat proposal TA.

Menentukan Dosen Pembimbing

Dosen pembimbing ini sangat penting menurut saya dalam mengerjakan TA. Karena beliaulah yang menentukan sejauh mana TA kita ini akan dikembangkan dan kita pasti sering bertemu dengan beliau. Nah, makanya jangan sembarangan memilih dosen pembimbing, karena jangan sampai nanti di tengah jalan jadi tidak sreg dengan beliau. Kalau bisa cari juga yang memang bidang keilmuannya sejalan dengan minat kita, jadinya klop deh.

Carilah pula dosen pembimbing yang mintanya tidak neko-neko (aneh-aneh), jadi menyesuaikan kapasitas kita. Terkadang dosen itu punya standar penelitian yang tinggi dan sebagai mahasiswa S1 kita tidak seharusnya membuat TA yang setinggi itu.

Untungnya saya sudah punya nama dosen pembimbing yang sreg. Dan dari sisi keilmuan yang beliau tekuni, saya memang cukup tertarik (walau saya masih newbie dalam keilmuan itu). Beliau juga terkenal tidak aneh-aneh sehingga menyulitkan TA kita. Jadinya saya memilih beliau dan beliau pun menerima saya (bukan ijab kabul) sebagai dosen pembimbing TA saya.

Menentukan Topik TA

Setelah dapet pembimbing yang pas, beliau menyodori saya topik TA yang ditawarkan untuk angkatan saya. Sebenarnya saya tertarik pada beberapa topik yang beliau ajukan, tetapi entah mengapa dan bagaimana hati saya terpanggil kepada sebuah topik yang diajukan. “Parallel Programming menggunakan GPU”, saya tidak tahu itu nanti bakal sesusah apa mengerjakannya, tapi entah kenapa hati saya memilih topik ini. Saya minta dijelaskan oleh beliau mengenai topik ini dan YES saya pusing. Kertas yang tadi dicoret-coret untuk menjelaskan ke saya, saya bawa pulang dan coba untuk difahami maksud dari perkataan beliau tadi. Sedikit lebih kebayang akhirnya tentang topik ini, meski terlihat cukup susah tapi mau gimana lagi, hati telah memilih topik ini. CIYEE

“Meskipun manusia itu makhluk rasional, banyak keputusan yang dibuat manusia dilandaskan pada hal-hal yang irasional”

Belajar Topik TA dan Menentukan Fokus TA

Dari penjelasan topik dari dosen pembimbing dan membaca paper-paper yang terkait, saya jadi punya visi mengenai TA saya. Jujur saja visi ini ngoyo bangetĀ (terlalu besar). Nah, ketika datang lagi ke beliau menceritakan pemahaman saya dan visi TA saya, beliau bilang:

kalau visi TA-mu masih seperti itu kamu pasti belum membaca banyak penelitian yang sudah dibuat orang lain

Awalnya saya tidak terlalu ngeh dengan perkataan beliau tersebut, (ya memang saya ini orangnya agak lemot) tetapi beliau menyuruh saya untuk belajar beberapa permasalahan di topik ini dan membaca riset-riset yang sudah dibuat anak IF tentang ini. Dari situ saya mulai mengerti bahwa sudah ada banyak penelitian di bidang ini. Saya jadi bingung, TA saya ini mau di mana, fokusnya apa, kontribusinya apa (pertanyaan ini yang cukup sulit untuk dijawab dalam awal pembuatan proposal TA).

Tapi untungnya pada bimbingan selanjutnya beliau memberikan pilihan-pilihan domain TA ini, saya sudah baca beberapa sih karena penjelasan di bimbingan TA sebelumnya. Akhirnya saya memilih suatu domain yang beliau sudah pernah melakukan penelitian di sana. Menurut saya itu lebih enak berjalan pada domain yang beilau sudah pernah teliti, daripada benar-benar memulai riset domain TA dari nol untuk saya yang relatif cukup baru di dunia domain TA ini.

Saya mulai mempelajari domain TA saya, untungnya saya dibekali clue fokus TA yang beliau inginkan dari saya. Dari clue tersebut, apa yang saya pelajari jadi lebih spesifik. Nah, di titik ini akhirnya saya mendapatkan pencerahan tentang apa yang belum dibuat di OpenMM. Nah, saya coba pelajari lagi memang ini belum dibuat dan bila dibuat dapat membuat komputasi di OpenMM lebih cepat. Setelah pencerahan ini, saya bimbingan lagi ke beliau dan alhamdulillah fokus tersebut diterima. Dari situ, beliau langsung memberikan arahan apa saja yang akan dikerjakan di TA1 dan TA2 kalau fokusnya ke sana. Potongan puzzle proposal TA pada titik ini bisa dibilang cukup lengkap, namun sekarang pindah ke masalah yang cukup pelik, mengembangkan tulisan.

Mengembangkan Tulisan

Setelah punya fokus TA yang jelas, tetaplah tidak mudah untuk mengembangkan tulisan di Bab 2 dan Bab 3. Setelah membaca paper-paper atau tulisan orang yang terkait dengan TA, menuangkannya dalam bentuk tulisan yang runut dan rapi bukanlah hal mudah. Butuh waktu dan kesabaran agar tulisan kita di TA cukup bagus, revisi harus sering dilakukan dan menyuruh orang lain untuk mereview tulisan kita cukup berguna. Nah, untungnya pula dosen pembimbing saya juga membantu untuk membuat struktur ide di TA saya menjadi runut.Ā 

Ā 

Jadi kunci agar TA kita tidak terlalu ribet adalah di dosen pembimbing, saya bersyukur sekali dosen pembimbingnya beliau. DanĀ pada titik ini untungnya beliau sudah menyetujui proposal TA saya untuk maju dalam seminar. Meskipun di banyak titik mungkin masih ada kekurangan dan keanehan.hhaha

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s