MacBook

MengapaReview – MacBook Pro

Minggu ini saya mendapatkan rezeki yaitu dikasih MacBook. Saya sendiri bukan seorang fans Apple dan tidak pernah bermimpi memiliki MacBook. Namun, setelah memakai seminggu saya ingin sharing mengenai apa yang menurut saya menarik dari sisi seorang developer.

Dari pengalaman saya seminggu ini, ada dua point yang menurut saya sangat berkesan

UNIX dan UX

Kedua hal tersebut saling melengkapi, dan merepresentasikan kebutuhan saya pribadi.

Yang pertama adalah UNIX. Tidak banyak yang dapat saya katakan di sini. Powerful CLI (Command Line Interface) and almost everything works on Unix. Karena sering memakai Ubuntu untuk development (saya juga memakai windows), maka MacBook ini adalah salah satu alternatif terbaik karena sama2 berbasis Unix.

Some consider UNIX to be the second most important invention to come out of AT&T Bell Labs after the transistor.   — Dennis Ritchie, creator of the C programming language and co-creator of UNIX

Kalau dulu saya menggunakan windows untuk develop aplikasi yang spesifik untuk windows seperti .NET dan mengerjakan tugas serta main game tentunya. Sedangkan Ubuntu sangat nyaman untuk pengembangan aplikasi. Nah, dengan device ini saya menggunakan OS X untuk proses development sementara saya menggunakan virtual machine windows untuk melakukan pekerjaan yang hanya dapat dilakukan di windows.

Yang kedua adalah UX (User Experience Design). MacBook adalah device yang memberikan user experience yang luar biasa.

Design must seduce, shape, and more importantly, evoke an emotional response. — April Greiman

Hal yang membuat saya terkesan adalah trackpadnya, sehingga seluruh control UI dapat dilakukan tanpa memindahkan tangan dari keyboard ke mouse berkali-kali. Hal ini sangat meningkatkan produktivitas kerja. Serta cukup banyak detil desain yang digarap dengan baik, apalagi dengan retina display yang memanjakan mata (kalau di laptop kerasa banget). Experience semacam ini tidak saya temukan ketika saya menggunakan produk Apple yang lain.

Setelah memakai device ini, saya berkesimpulan bahwa MacBook adalah produk Apple yang terbaik. Saya merupakan pengguna iPhone, iPad dan iMac, tetapi dari ketiga device tersebut tidak ada yang spesial dibanding pesaingnya. Menurut saya, iPhone relatif sama dibandingkan smartphone lain, iPad hanya excellent untuk keperluan membaca dan iMac terasa seperti PC biasa saja dengan OS X (saya lebih memilih Ubuntu dalam hal ini).

Namun berbeda dengan MacBook, device ini memberikan saya solusi yang tepat untuk kebutuhan saya. Kebutuhan ini secara umum dijawab oleh dua hal yang saya sebutkan di atas “UNIX dan UX”. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s